<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3695383587825018881</id><updated>2012-02-28T21:36:26.136-08:00</updated><title type='text'>Mari tingkatkan iman bersama</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://royhendra.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3695383587825018881/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://royhendra.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Roy Hendra Kushuma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02490877442226505668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-ExP-kXqInCs/T0QwQ1IEieI/AAAAAAAAAA8/1s-Ee0GnKRo/s220/205070_100550033305977_100000529417764_13363_2082177_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3695383587825018881.post-1157669480111483238</id><published>2012-02-26T20:13:00.000-08:00</published><updated>2012-02-26T20:13:12.856-08:00</updated><title type='text'>ADAB BERCANDA DALAM ISLAM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;u&gt;ADAB BERCANDA&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Mungkin kita pernah mendengar seseorang berkata “Jenggotmu makin panjang aja, kayak embek” atau ketika ada akhwat bercadar lewat dikatakan “Awas…awas…ada ninja lewat” dengan nada bercanda. Atau perkataan seperti “Eh gua dulu dong, yang tampangnya jelek belakangan” kepada teman kuliah saat sedang antri bayar SPP. Atau kadang kita bercanda “Eh, naik mobil gua yuk, tapi mobilnya masih di toko”. Terdengar biasa saja?&lt;/blockquote&gt;Sebagai makhluk sosial, manusia tentunya dituntut untuk bisa berinteraksi dengan manusia yang lain. Karena manusia tidak bisa&amp;nbsp; hidup sendiri, melainkan butuh orang lain dalam memenuhi hajat-hajat hidupnya. Untuk bisa melahirkan seorang manusia saja,&amp;nbsp; seorang ibu butuh seorang suami. Saat lahir pun akan membutuhkan bantuan dari bidan atau dokter. Dan seterusnya sampai kita dewasa pasti akan membutuhkan peran orang lain dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Maka, seorang manusia sejatinya harus bisa berinteraksi dengan manusia yang lain dengan baik. Membangun keakraban,&amp;nbsp; membangun suasana kekeluargaan, menjalin persahabatan. Rasulullah pun memerintahkan kita untuk menjadi orang yang suka bergaul di masyarakat dengan baik : “Mukmin yang bergaul ditengah-tengah masyarakat dan bersabar atas gangguan mereka lebih baik daripada mukmin yang tidak bergaul dan tidak bersabar dengan gangguan orang” (HR. Ahmad, dihasankan oleh Al-Hafidz dalam Al-Fath) &lt;/blockquote&gt;Nah di dalam interaksi inilah kita&amp;nbsp; sebagai manusia perlu bumbu-bumbu agar interaksi kita lakukan dengan yang lain tidak menjadi membosankan, seperti candaan, sindiran, apapun itu yang bertujuan untuk memriahkan suasana, nah terkadang dalam candaan atau guaruan kita tanpa sadar melakukan hal yang bertentangan dengan islam, seperti bohong, menghina, dan tertawa secara berlebihan, sungguh ini sebuah kezaliman.&lt;br /&gt;Padahal Rasulullah sendiri dalam bercanda pun tetap tidak kluar dari batasan-batasan akhlak islami. Dari abu Hurairah ia berkata "tapi aku tidak mengatakan kecuali kebenaran". (HR Tirmizi, Hadist hasan).&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;u&gt;Maka bercanda pun ada adabnya. diantaranya:&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;1. Hendaknya percandaan tidak mengandung nama Allah, ayat-ayat-Nya, Sunnah Rasul-Nya atau syi`ar-syi`ar Islam.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di zaman Rasulullah pernah ada beberapa orang dari kaum Muslimin yang bercanda dengan berkata bahwa tidak ada orang yang lebih penakut dan berperut buncit seperti para penghafal Qur’an itu (Rasulullah dan para sahabat). Kemudian ada sahabat yang mendengarkan hal tersebut kemudian dilaporkan kepada Rasulullah. Kemudian turunlah ayat: &lt;i&gt;“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab: “Sesungguh-nya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? “. Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman”. (At-Taubah: 65-66)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;b&gt;2. Hendaknya percandaan itu tidak mengandung dusta.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya pecanda tidak mengada-ada cerita-cerita khayalan atau berbohong supaya orang lain tertawa. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta supaya dengannya orang banyak jadi tertawa. Celakalah baginya dan celakalah”. (HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani).&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;3. Hendaknya percandaan tidak mengandung unsur menyakiti perasaan salah seorang di antara manusia.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mencela atau menyakiti perasaan tidak dihalalkan diantara sesama mukmin. Hendaknya setiap orang menjaga perasaan saudaranya dalam setiap keadaan, baik bercanda ataupun bukan. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mencela sebagian yang lain, karena boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari yang mencela” (Al-Hujurat : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya dengan berkata “Yang bertampang jelek minggir dulu” atau “Hei hitam, kalau malam jangan keluar rumah, nanti tidak terlihat”, DLL.&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;b&gt;4. Tidak bergaya menyerupai wanita (atau laki-laki).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seringkali untuk membuat orang tertawa, seorang laki-laki bergaya seperti wanita. Baik pakaian, cara berjalan, atau cara bicaranya. Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata “Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan melaknat perempuan yang menyerupai laki-laki”. (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, Ad-Darimi, hadist shahih). Sungguh aneh, saat zaman dahulu di negeri kita ini banci atau bencong menjadi hal yang tabu, namun di masa ini malah menjadi hal yang biasa saja dan malah jadi bahan candaan. Padahal hal tersebut mendapat laknat Allah dan Rasul-Nya.&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;5. Bercanda tidak dengan semua orang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, dalam bercanda harus pilih-pilih. Tidak semua orang suka dibercandai dan bercanda bisa saja menimbulkan mudharat (keburukan) bila dilakukan dengan orang-orang tertentu, misalnya wanita yang bukan mahram. Bercanda berlebihan dengan wanita non-muhrim akan menimbulkan fitnah. Maka sebaiknya dibatasi kadar dan intensitasnya. Begitu pula kepada orang yang lebih tua, tentunya sikap yang utama adalah santun dan berlemah lembut. Adapun bila ingin bercanda perlu disesuaikan jenis candaannya agar tidak mengurangi rasa hormat kita.&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;b&gt;6. Tidak Banyak Tertawa&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Banyak orang yang tertawa berlebihan sampai terpingkal-pingkal ketika bercanda. Ini bertentangan dengan sunnah. Nabi SAW telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa, beliau bersabda :"jangan kalian banyak tertawa. Sesungguhnya bamyak tertawa dapat mematikan hati." Seperti yang telah dijelaskan di atas dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha. Banyak tertawa mengeraskan hati dan mematikannya. &lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;BEBERAPA CONTOH CANDA&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;RASULULLAH MUHAMMAD SAW &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dituturkan 'Aisyah Radhiyallahu 'anha:&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;ak belum pernah melihat Rasulullah SAW tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan lidahnya, namun beliau hanya tersenyum.&lt;/blockquote&gt;Abu Hurairah Radiallahu 'anhu menceritakan , para sahabat bertanya kepada rasulullah SAW:&lt;i&gt;"Wahai; rasulullah! Apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menjawab: &lt;i&gt;Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Diriwayatkan dari Anas Radiyallahu 'anhu, bahwasannya seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata: "&lt;i&gt;Wahai Rasulullah, bawalah aku?"&lt;/i&gt; Maka Nabi SAW berkata: &lt;i&gt;"kami akan membawamu diatas onta."&lt;/i&gt; laki-laki itu berkata:&lt;i&gt;" Apa yang bisa kulakukan dengan anak onta?"&lt;/i&gt; maka beliau berkata:&lt;i&gt;"bukan kah onta melahirkan anak onta.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3695383587825018881-1157669480111483238?l=royhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://royhendra.blogspot.com/feeds/1157669480111483238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://royhendra.blogspot.com/2012/02/adab-bercanda-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3695383587825018881/posts/default/1157669480111483238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3695383587825018881/posts/default/1157669480111483238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://royhendra.blogspot.com/2012/02/adab-bercanda-dalam-islam.html' title='ADAB BERCANDA DALAM ISLAM'/><author><name>Roy Hendra Kushuma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02490877442226505668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-ExP-kXqInCs/T0QwQ1IEieI/AAAAAAAAAA8/1s-Ee0GnKRo/s220/205070_100550033305977_100000529417764_13363_2082177_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3695383587825018881.post-1706819652884418139</id><published>2012-02-12T23:51:00.000-08:00</published><updated>2012-02-12T23:51:03.317-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-T894dA6M6MQ/Tzh1E175slI/AAAAAAAAAAM/Uv_BEG6YCZo/s1600/stop+pacaran.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-T894dA6M6MQ/Tzh1E175slI/AAAAAAAAAAM/Uv_BEG6YCZo/s1600/stop+pacaran.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;PACARAN &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pacaran&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;tentu tidak asing dalam telinga kita, bagi anak muda jaman sekarang pacaran &lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&amp;nbsp;sudah dianggap sebagai kebutuhan. Kita juga sering melihat dalam film, sinetron banyak menceritakan tentang pacaran, putus cinta, dan cinta yang digantung.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dalam kamus besar bahasa indonesia "&lt;i&gt;&lt;b&gt;PACARAN&lt;/b&gt; &lt;/i&gt;yaitu berdua-duaan dengan lawan jenis ditempat sepi dan jauh dimata untuk memadu kasih".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dalam surah al-Hujurat ayat 13 yang artinya: &lt;i&gt;"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kmu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti".&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dalam ayat menjelaskan kita diciptakan dari adam dan hawa, dan juga kita diciptakan &lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&amp;nbsp;untuk saling mengenal, bukan untuk pacaran&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;pacaran disebabkan sering disebab kan karena kurangnya kasih sayang dan perhatian.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&amp;nbsp;Ada juga beberapa orang menyebutkan bahwa pacaran itu bermanfaat untuk :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Motivasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;teman curhat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; saling mengenal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Tapi itu semua tidak bisa dijadikan alasan, contoh dalam poin "saling mengenal" tapi apakah hanya dengan pacaran kita bisa saling mengenal, jika sudah putus??? maka semuanya akan usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;MUDHORAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;(KERUGIAN)&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;MENDEKATI ZINAH&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Allah telah melarang&amp;nbsp; kita seperti dijelazkan pada surah Al-Israh ayat 32 yang artinya:&lt;i&gt;" Dan jangan lah kamu mendekati zina,(zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;TIDAK BISA MENAHAN PANDANGANNYA&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-t6FD8eVAvPg/TziWqM0HUaI/AAAAAAAAAAc/952twq5-RkY/s1600/jaga+pandangan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-t6FD8eVAvPg/TziWqM0HUaI/AAAAAAAAAAc/952twq5-RkY/s1600/jaga+pandangan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Allah menyuruh kita untuk menjaga pandangan kita, yang telah dijelaskan pada surah An-Nur ayat 30-31 yang artinya: &lt;i&gt;" katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.&lt;/i&gt; (31)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan katakanlahkepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya ( auratnya ), kecuali yang ( biasa ) terlihat. Dan hendaklah menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasan ( auratnya ), kecuali kepaada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau perempuan ( sesama islam ) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki ( tua ) yang tidak mempunyai keinginan ( terhadap perempuan ), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan dan jangan lah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepadam Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.&lt;/i&gt;(32)&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;MUDAH KECEWA DAN PUTUS ASA&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-sNt-ofVpjjk/TzijNK_dkkI/AAAAAAAAAAk/1gGfqFjJVvg/s1600/kecewa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-sNt-ofVpjjk/TzijNK_dkkI/AAAAAAAAAAk/1gGfqFjJVvg/s1600/kecewa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Contohnya ketika seorang yang pernah mengalami kegagalan dalam menjalin suatu hubungan dan dia mengatakan seperti ini "kamu bahagia ndak hidup dengan ku" itu salah satu&amp;nbsp; contoh perkataan putus asa.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;RUMAH TANGGA&amp;nbsp;YANG DIBINA AKAN RENTAN&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Dalam penelitian menunjukkan 95%&amp;nbsp; rumah tangga yang di bina oleh orang yang pernah pacaran itu rentan / hancur. &lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;TERCABUTNYA NIKMAT ALLAH&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; Contohnya ketika seorang suami memegang tangan istrinya dan juga merayunya, ketika sang istri belum pernah pacaran maka perbuatan tersebut akan menjadi istimewa baginya, tapi ketika sang istri sudah sering pacaran maka perbuatan tersebut akan di anggap baiasa oleh nya.&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;RENTAN DAN TAKUT DENGAN HUBUNGAN YANG BAIK&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Biasanya orang yang pernah pacaran dan hubungannya pernah hancur, dan dalam rumah tangga hubungannya baik dia akan takut tidak bisa mempertahankan hubungan tersebut.&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;BISA BERAKIBAT "MBA" ( MARRIED BY ACCIDENT ), BAHKAN ABORSI&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Kejadian ini dianggap biasa bagi para pelaku pacaran, bila tak ada kejadian ini maka pacaran dianggap membosankan.&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;TIDAK BISA MENIKAH&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-S-BIL5JNLXk/Tzi-IWJ6qPI/AAAAAAAAAAs/E4bsIaxHiO0/s1600/menikah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-S-BIL5JNLXk/Tzi-IWJ6qPI/AAAAAAAAAAs/E4bsIaxHiO0/s1600/menikah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Karena menikah adalah ikatan suci yang hanya sah bila dilakukan ijab qobul, sedang kan pacaran dijadikan, atau diikat oleh syetan, Tapi ini hanya dialami oleh sebagian orang saja.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;ADA SAINGAN IJAB-QOBUL&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;TIDAK TERJAGANYA AURAT&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Karena &lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;BOHONG&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Karena pacaran identik dengan berbohong, karena biasanya ketika kita sudah berbohong kebohongan kecil akan menutupin kebohongan-kebohongan tersebut, agar si cowok terlihat baik di hadapan ceweknya dan juga sebaliknya.&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;BERLAKU ATAU BERBUAT MENDUAKAN ALLAH ( SYIRIK )&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3695383587825018881-1706819652884418139?l=royhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://royhendra.blogspot.com/feeds/1706819652884418139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://royhendra.blogspot.com/2012/02/pacaran-pacaran-tentu-tidak-asing-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3695383587825018881/posts/default/1706819652884418139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3695383587825018881/posts/default/1706819652884418139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://royhendra.blogspot.com/2012/02/pacaran-pacaran-tentu-tidak-asing-dalam.html' title=''/><author><name>Roy Hendra Kushuma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02490877442226505668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-ExP-kXqInCs/T0QwQ1IEieI/AAAAAAAAAA8/1s-Ee0GnKRo/s220/205070_100550033305977_100000529417764_13363_2082177_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-T894dA6M6MQ/Tzh1E175slI/AAAAAAAAAAM/Uv_BEG6YCZo/s72-c/stop+pacaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
